Semarang – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang kembali menorehkan langkah inovatif yang patut diapresiasi. Kali ini, PPB UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan PTIPD resmi meluncurkan sistem sertifikat digital untuk tes Walisongo English Proficiency Test (WEPT) dan Ikhtibar Miyar Kafaah Al-Arabiyyah (IMKA), menandai babak baru dalam pengelolaan administrasi layanan bahasa yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan hadirnya sistem ini, PPB UIN Walisongo Semarang tidak lagi mencetak sertifikat WEPT dan IMKA dalam bentuk fisik, melainkan beralih sepenuhnya ke format digital yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.

Bagi mahasiswa S1 UIN Walisongo Semarang, kemudahan akses sertifikat kini hadir di ujung jari. Sertifikat WEPT dan IMKA dapat diunduh secara mandiri melalui portal resmi Sistem Informasi Manajemen PPB di alamat https://sim-ppb.walisongo.ac.id/. Tidak perlu lagi antre atau menunggu proses cetak yang memakan waktu — cukup masuk ke portal, dan sertifikat siap diunduh dalam hitungan detik. Yang lebih memudahkan lagi, mahasiswa bahkan tidak perlu mencetak sertifikat tersebut untuk keperluan akademik, karena operator program studi sudah dapat mengetahui status kelulusan WEPT dan IMKA mahasiswa secara langsung melalui https://tugasakhir.walisongo.ac.id/, sementara operator di tingkat fakultas pun sudah dapat mengecek kelulusan mahasiswa sebagai prasyarat wisuda melalui https://ijazah.walisongo.ac.id/. Langkah ini tidak hanya mempercepat layanan dan memangkas birokrasi yang tidak perlu, tetapi juga memastikan bahwa setiap sertifikat yang diterbitkan memiliki standar keamanan data yang terjaga dengan baik.

Inovasi ini juga membawa kemudahan signifikan bagi ekosistem akademik UIN Walisongo Semarang secara lebih luas. Operator program studi kini dapat memverifikasi status kelulusan WEPT dan IMKA mahasiswa secara langsung melalui sistem tugas akhir di https://tugasakhir.walisongo.ac.id/, tanpa perlu meminta salinan fisik sertifikat dari mahasiswa yang bersangkutan. Lebih jauh lagi, operator ijazah di tingkat fakultas pun dapat memeriksa kelulusan WEPT dan IMKA setiap mahasiswa sebagai salah satu prasyarat wisuda melalui sistem ijazah di https://ijazah.walisongo.ac.id/. Integrasi lintas sistem ini menjadikan proses verifikasi akademik lebih cepat, akurat, dan bebas dari risiko dokumen palsu.

Kabar baik juga hadir bagi alumni, mahasiswa pascasarjana, serta masyarakat umum yang telah mengikuti tes WEPT dan IMKA di PPB UIN Walisongo Semarang. Dalam satu hingga dua minggu ke depan, mereka pun akan dapat mengunduh sertifikat digitalnya secara mandiri melalui portal khusus di https://simpps-ppb.walisongo.ac.id/. Dengan demikian, seluruh lapisan peserta tes — mulai dari mahasiswa aktif, alumni, hingga masyarakat umum — akan menikmati kemudahan yang sama dalam mengakses bukti kompetensi bahasa mereka secara digital.

Peluncuran sistem sertifikat digital ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PPB UIN Walisongo Semarang dalam menghadirkan layanan bahasa yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi digital ini sejalan dengan semangat PPB yang terus berinovasi, sebagaimana tercermin dari berbagai capaian sebelumnya, mulai dari pengembangan tes online berbasis Moodle dengan fitur proctoring, penyelenggaraan tes ITP TOEFL bekerja sama dengan IIEF Jakarta, hingga meraih penghargaan Kinerja Pendapatan Terbaik ke-2 Kategori Unit di lingkungan UIN Walisongo Semarang dengan total pendapatan sebesar Rp 1.481.901.250 sepanjang tahun 2025.

Dengan sistem sertifikat digital yang kini resmi berjalan, PPB UIN Walisongo Semarang sekali lagi membuktikan bahwa pelayanan publik yang prima tidak harus rumit — justru kemudahan, kecepatan, dan keandalan sistem adalah wujud nyata dari penghormatan terhadap waktu dan kepercayaan setiap peserta tes.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *