Semarang, 9 Juli 2026 — Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan Workshop Penerjemahan dan Proofreading untuk Penerjemah Profesional pada hari Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Ruang 2.6 Lantai 2 Gedung PPB UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber pakar penerjemahan, Nanang Zubaidi, Ph.D., dari Universitas Negeri Malang, dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas dosen, translator/proofreader, serta staf di lingkungan PPB UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Daviq Rizal, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen PPB untuk memperkuat kapasitas layanan penerjemahan dan proofreading yang profesional serta berstandar internasional. “Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, peran penerjemah manusia justru semakin krusial sebagai penjamin kualitas. Kemampuan bekerja berdampingan dengan teknologi sekaligus mengoreksi kelemahannya adalah kompetensi wajib penerjemah profesional masa kini,” ujarnya. Ia juga berharap workshop ini melahirkan tim penerjemah dan proofreader internal yang solid dan terstandar, sehingga mampu memberikan layanan bahasa berkualitas tinggi bagi sivitas akademika dan mitra kelembagaan, sekaligus mendukung program internasionalisasi UIN Walisongo Semarang.
Sesi pertama, yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.30, mengangkat tema “Fondasi Penerjemahan Profesional”. Dalam sesi ini, Nanang Zubaidi, Ph.D., mengajak peserta menyelami teori dan metodologi penerjemahan teks bahasa Inggris, mulai dari konsep kesepadanan dinamis Nida, penerjemahan semantik dan komunikatif Newmark, teori Skopos, hingga model register Halliday yang mencakup field, tenor, dan mode. Narasumber menekankan bahwa penerjemahan bukan sekadar mengganti kata, melainkan proses pengambilan keputusan yang melibatkan makna, fungsi, dan tujuan komunikatif teks. Peserta diajak berlatih secara langsung melalui aktivitas diagnostik penerjemahan dan diskusi strategi penerjemahan berdasarkan jenis dan register teks, mulai dari teks akademik, dokumen legal-institusional, media, hingga teks instruksional.

Usai rehat, sesi kedua yang berlangsung pukul 10.45 hingga 12.15 memasuki ranah yang lebih aplikatif, yakni “Penerjemahan Dokumen Akademik, Jurnal Ilmiah, dan Proofreading”. Peserta mempelajari teknik penerjemahan transkrip dan dokumen resmi berbahasa Inggris dengan memperhatikan akurasi, konsistensi terminologi, kesepadanan kelembagaan, serta preservasi format. Materi kemudian berlanjut pada penerjemahan artikel jurnal ilmiah dengan kerangka IMRaD, wacana akademik seperti nominalisasi, konstruksi pasif, dan ungkapan hedging, serta studi kasus penerjemahan abstrak jurnal. Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah paparan mengenai perbedaan karakteristik bahasa hasil AI dan bahasa manusia, serta teknik proofreading dan penyuntingan hasil terjemahan berbantuan AI menggunakan berbagai perangkat seperti Grammarly, QuillBot, DeepL Write, LanguageTool, dan agen AI generatif lainnya.
Nanang Zubaidi, Ph.D., mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi, AI tidak dapat menggantikan pengetahuan bidang, pertimbangan terminologis, dan keputusan kultural seorang penerjemah. “AI mendukung penerjemah, tetapi penilaian profesional tetap berada di tangan manusia,” tegasnya. Melalui simulasi alur kerja human draft, AI suggestion, hingga final revision, peserta dilatih untuk memanfaatkan teknologi secara kritis tanpa kehilangan kendali atas kualitas.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, evaluasi, dan penyusunan rencana tindak lanjut, dilanjutkan dengan penutupan serta penyerahan sertifikat oleh Kepala PPB. Antusiasme peserta yang tinggi sepanjang kegiatan menjadi penanda bahwa workshop ini berhasil menjadi ruang pembelajaran yang intensif dan praktis. Diharapkan, bekal teori, teknik, dan keterampilan pemanfaatan AI yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam layanan penerjemahan dan proofreading PPB UIN Walisongo Semarang yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing tinggi. (Humas PPB)
