Semarang, 9 Juli 2026 — Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo Semarang kembali mencatatkan prestasi finansial yang membanggakan. Berdasarkan Laporan Pendapatan BLU per Fakultas dan Unit Triwulan II Tahun 2026 yang dirilis oleh Ketua Tim Bidang Perencanaan dan Keuangan UIN Walisongo Semarang, Nuryanta, pada 30 Juni 2026, pendapatan BLU PPB sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp 856.785.000. Angka ini melonjak tajam dibandingkan pendapatan semester pertama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 584.670.000, sebuah pertumbuhan spektakuler sebesar Rp 272.115.000 atau sekitar 46,5 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Capaian ini semakin istimewa jika diingat bahwa pada semester pertama 2025, PPB telah melampaui target perjanjian kinerja sebesar 124 persen dan meraih penghargaan Kinerja Pendapatan Terbaik di lingkungan UIN Walisongo Semarang. Kini, dengan raihan Rp 856,7 juta dalam enam bulan pertama 2026, setara hampir 58 persen dari total pendapatan tahun 2025 yang mencapai Rp 1,48 miliar, PPB berada di jalur yang sangat menjanjikan untuk memecahkan rekor pendapatan tahunannya sendiri. Jika pola pertumbuhan ini berlanjut, bukan tidak mungkin pendapatan PPB akan menembus angka Rp 2 miliar pada akhir tahun 2026.
Yang menarik, pendapatan PPB tidak hanya bersumber dari sivitas akademika UIN Walisongo, melainkan juga dari masyarakat umum yang semakin mempercayakan kebutuhan kebahasaannya kepada PPB. Kursus English for Kids dan English for Teens, misalnya, diikuti oleh anak-anak dan remaja dari masyarakat umum di Semarang dan sekitarnya, membuktikan bahwa layanan PPB telah menjangkau publik jauh melampaui pagar kampus. Demikian pula tes kemahiran bahasa Walisongo English Proficiency Test (WEPT) dan Ikhtibar Mi’yaril Kafa’ah Al Lughotil Arabiyyah (IMKA) yang pesertanya tidak sedikit berasal dari mahasiswa dan sivitas perguruan tinggi lain, terutama melalui layanan tes online yang dapat diakses dari mana saja. Ditambah tes TOEFL ITP bekerja sama dengan IIEF, beragam kursus bahasa, layanan terjemahan dan proofreading yang mayoritas kliennya justru dari eksternal kampus, serta matrikulasi bahasa, seluruh pendapatan PPB murni berasal dari layanan jasa kebahasaan tanpa komponen SPP maupun UKT.
Dalam peta pendapatan BLU seluruh unit di UIN Walisongo Semarang, capaian ini kembali menegaskan posisi PPB sebagai salah satu unit non-fakultas dengan kinerja terbaik. Pendapatan PPB jauh melampaui sejumlah unit layanan lain seperti Badan Pengembangan Usaha (Rp 717,8 juta), Planetarium (Rp 550,1 juta), Poliklinik (Rp 225,4 juta), dan Walisongo Halal Center (Rp 134,5 juta). Kemampuan menarik pengguna jasa dari luar kampus inilah yang menjadikan PPB contoh nyata unit BLU yang benar-benar mandiri dan kompetitif di pasar layanan kebahasaan.
Kepala PPB UIN Walisongo Semarang, Daviq Rizal, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah kerja sama tim yang solid dan saling melengkapi. Di jajaran tim pendamping, Aisa Rurkinantia, M.M. berperan membantu verifikasi SPJ sekaligus menjadi sumber ide-ide kreatif pengembangan PPB. Sari Dewi Noviyanti, M.Pd. mengoordinasikan kursus WEPT, TOEFL, English for Teens, dan English Conversation yang terus tumbuh peminatnya dari kalangan umum. Julananda Putri Sahasti, M.Pd. menjadi penanggung jawab layanan penerjemahan dan proofreading teks bahasa Inggris, layanan yang justru banyak diminati klien eksternal kampus. Awwalia Fitrotin Izza, M.Pd. mengoordinasikan kursus English for Teens dan kursus bahasa Prancis, sementara Zainurrakhmah, M.A. menjadi penanggung jawab layanan terjemahan teks bahasa Arab yang turut memperkuat portofolio jasa penerjemahan PPB.
Di sisi layanan digital yang menjadi tulang punggung inovasi PPB, Azizatur Rahma, S.S., MA. bertanggung jawab atas pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) untuk mahasiswa internasional UIN Walisongo sekaligus melayani pendaftaran akun e-learning PPB bagi mahasiswa yang ingin berlatih soal-soal WEPT dan IMKA secara daring. Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. mengemban amanah sebagai penanggung jawab tes online IMKA yang kini juga diminati peserta dari berbagai perguruan tinggi lain, melanjutkan fondasi sistem tes daring yang sebelumnya juga diperkuat oleh Abrori Shobarnas, M.H. selaku penanggung jawab tes online WEPT sebelum beliau beralih tugas menjadi tim pendamping di LP2M.
Kekompakan tim semakin lengkap dengan dukungan penuh jajaran tenaga administrasi dan teknis. Charlin Zuliana, S.H.I. selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) mengawal pengelolaan SPJ dan keuangan dengan tertib, Poerwanto dan Uscan Wintomo menangani skoring WEPT dan IMKA serta pencetakan sertifikat yang setiap tahunnya melayani ribuan peserta, sementara Asyaril Wakhidati bertugas sebagai pengawas ujian WEPT dan IMKA luring di aula PPB, memastikan setiap pelaksanaan tes berjalan aman dan berintegritas.
Reputasi kerja tim ini pula yang menarik gelombang kunjungan benchmarking dari berbagai perguruan tinggi, mulai dari UIN Mataram, UPA Bahasa Universitas Tidar Magelang, UPA Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, UPT Bahasa UIN Sunan Kudus, UPT Pusat Bahasa Universitas Bina Bangsa Serang, Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada April 2026, hingga yang terbaru studi wawasan dari UPT Pengembangan Bahasa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember pada 18 Juni 2026, yang menempatkan PPB sebagai rujukan pengelolaan lembaga bahasa di lingkungan PTKIN dan perguruan tinggi umum di Indonesia.
Ke depan, PPB optimistis pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring pengembangan Self-Access Center (SAC) yang dilengkapi graded readers, co-working space, dan language café, serta rencana implementasi sistem tes hybrid berbasis Android dan Moodle bagi mahasiswa baru tahun 2026. Dengan tim yang solid dari lini akademik hingga administrasi, serta basis pengguna jasa yang meluas hingga masyarakat umum dan perguruan tinggi lain, PPB UIN Walisongo Semarang membuktikan bahwa prestasi besar lahir dari kolaborasi, bukan dari kerja satu orang semata.
