Semarang — Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan studi tiru dari Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Rabu, 22 April 2026. Rombongan yang berjumlah 10 orang tersebut tiba di PPB UIN Walisongo sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut hangat oleh seluruh jajaran staf dan pimpinan PPB. Kunjungan berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam hingga pukul 12.30 WIB.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPA Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Pryla Rochmahwati, M.Pd. Tujuan utama kunjungan adalah menggali best practice PPB UIN Walisongo Semarang, khususnya terkait inovasi pelaksanaan tes bahasa secara online dan hybrid, pengembangan aplikasi latihan soal WEPT (Walisongo English Proficiency Test) dan IMKA (Ikhtibar Mi’yari fi al-Kafa’ah al-Lughawiyyah al-‘Arabiyyah), serta layanan kursus dan terjemahan/proofreading yang telah berjalan di lembaga ini.

Acara diawali dengan tur fasilitas PPB yang dipandu langsung oleh Daviq Rizal, M.Pd. Rombongan dari UIN Ponorogo pertama-tama mengunjungi area resepsionis, ruang staf PPB, pantry, dan Aula 1.6 yang digunakan sebagai ruang pelaksanaan tes WEPT dan IMKA, semuanya berada di lantai satu. Selanjutnya, rombongan naik ke lantai dua untuk mengunjungi ruang kelas, ruang kepala PPB, ruang meeting 2.4, serta ruang tes TOEFL ITP. Tur ini memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem layanan bahasa yang telah dibangun PPB UIN Walisongo secara terstruktur dan profesional.

Dalam sesi pemaparan, Kepala PPB UIN Walisongo Semarang, Daviq Rizal, M.Pd., memaparkan sejumlah inovasi unggulan yang telah diterapkan lembaganya. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian besar adalah sistem tes online berbasis Moodle yang dilengkapi dengan plugin proctoring. Melalui sistem ini, peserta tes diwajibkan mengaktifkan webcam selama ujian berlangsung, sehingga wajah peserta dapat ter-capture secara otomatis oleh sistem dalam interval beberapa detik sekali. Di samping itu, peserta juga diwajibkan menggunakan Safe Exam Browser (SEB), sebuah peramban khusus yang mencegah peserta melakukan tangkapan layar (screenshot) soal-soal WEPT maupun IMKA, sehingga keamanan soal tetap terjaga dengan optimal.

Daviq Rizal juga menjelaskan rencana penerapan model tes hybrid pada tahun 2026, di mana peserta menggunakan HP Android dengan aplikasi Moodle dari Google Play Store untuk mengerjakan soal WEPT dan IMKA. Tes hybrid ini diperuntukkan khusus bagi mahasiswa baru angkatan 2026 dan mahasiswa semester tiga sebagai layanan tes gratis, sekaligus menggantikan sistem tes berbasis kertas yang sebelumnya digunakan. Sementara itu, tes offline berbayar tetap tersedia bagi seluruh mahasiswa UIN Walisongo Semarang, baik jenjang S1 maupun pascasarjana. Seluruh peserta tes hybrid tetap diwajibkan hadir langsung di Aula 1.6 PPB guna menjaga integritas dan mencegah kecurangan.

Selain sistem pengujian, PPB UIN Walisongo turut memperkenalkan aplikasi latihan soal WEPT dan IMKA yang dapat diakses secara mandiri oleh mahasiswa. Aplikasi ini dirancang sebagai sarana persiapan ujian yang efektif, dilengkapi dengan soal-soal berbasis kompetensi yang mencerminkan standar tes sesungguhnya. Mahasiswa dapat berlatih kapan saja dan di mana saja, sehingga tingkat kesiapan mereka sebelum mengikuti tes resmi semakin meningkat.

PPB UIN Walisongo juga berbagi pengalaman dalam pengelolaan layanan kursus bahasa yang terstruktur, mencakup kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk berbagai segmen, mulai dari mahasiswa dan kalangan umum. Tidak hanya itu, layanan terjemahan dan proofreading yang dimiliki PPB juga mendapat perhatian, mengingat layanan ini telah menjadi salah satu sumber pendapatan BLU (Badan Layanan Umum) PPB yang terus berkembang dan menjadi andalan dalam mendukung kebutuhan akademik civitas kampus.

Dr. Pryla Rochmahwati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keterbukaan dan keramahan tim PPB UIN Walisongo dalam berbagi ilmu dan pengalaman. Ia menyebut kunjungan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi tim UPA Bahasa UIN Ponorogo untuk mengembangkan layanan serupa di institusinya. “Kami mendapat banyak inspirasi dari PPB UIN Walisongo. Sistem proctoring dan Safe Exam Browser-nya sangat inovatif dan relevan untuk kami adopsi,” ujarnya.

Kunjungan ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Kedua lembaga sepakat untuk terus menjalin silaturrahim dan kerja sama dalam rangka peningkatan mutu layanan bahasa di perguruan tinggi Islam. Bagi PPB UIN Walisongo, kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penegasan bahwa inovasi yang telah dirintis selama bertahun-tahun telah menjadi rujukan nyata bagi lembaga-lembaga bahasa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *