Semarang, 29 April 2026 — Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo Semarang kembali menerima kunjungan benchmarking, kali ini dari Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 12.30 WIB ini dihadiri oleh sembilan orang delegasi dan dipimpin langsung oleh Kepala Unit Pengembangan Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc, M.A. Kunjungan ini bertujuan menggali praktik terbaik pengelolaan lembaga bahasa, khususnya dalam aspek pengembangan layanan dan penguatan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat dan produktif, Kepala PPB UIN Walisongo Semarang, Daviq Rizal, M.Pd., memaparkan secara terbuka berbagai sumber pendapatan BLU yang dikelola PPB. Ia menjelaskan bahwa pendapatan tertinggi berasal dari layanan tes kemahiran bahasa, khususnya Walisongo English Proficiency Test (WEPT) dan Tes Kemahiran Bahasa Arab (IMKA), yang diikuti oleh ribuan mahasiswa setiap tahun. Kedua tes tersebut bahkan menyumbang lebih dari 70 persen dari total pendapatan BLU PPB, yang pada tahun 2025 telah mencapai Rp 1,48 miliar, angka yang menempatkan PPB sebagai salah satu unit BLU dengan kinerja terbaik di lingkungan UIN Walisongo Semarang.

Posisi kedua dalam struktur pendapatan ditempati oleh layanan terjemahan dan proofreading. Daviq Rizal menegaskan bahwa layanan ini justru lebih banyak diminati oleh pihak eksternal di luar UIN Walisongo, mulai dari dosen dan peneliti perguruan tinggi lain, lembaga pemerintah, hingga masyarakat umum yang membutuhkan terjemahan dokumen akademik dan resmi. Layanan ini mencakup penerjemahan artikel jurnal, buku, dan dokumen dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris maupun bahasa Arab, serta proofreading naskah akademik. Tingginya peminat dari kalangan eksternal ini menunjukkan bahwa reputasi layanan PPB UIN Walisongo telah melampaui batas-batas internal kampus dan diakui secara lebih luas.

Selain aspek pendapatan, delegasi dari Pekalongan juga menunjukkan ketertarikan besar terhadap sistem ujian daring yang telah berhasil diimplementasikan pada PPB UIN Walisongo. Daviq Rizal menjelaskan bahwa sistem tersebut dibangun di atas platform Moodle yang diintegrasikan dengan Safe Exam Browser (SEB) guna memastikan keamanan dan integritas ujian, serta dilengkapi dengan plugin proctoring for Moodle yang memungkinkan pengawasan peserta secara otomatis dan real-time. Kombinasi ketiga teknologi ini menjadikan pelaksanaan tes bahasa di PPB UIN Walisongo lebih efisien, terukur, dan terpercaya sebagai sebuah inovasi yang telah pula menarik perhatian sejumlah perguruan tinggi lain yang sebelumnya melakukan benchmarking ke PPB, di antaranya UIN Mataram, UPA Bahasa Universitas Tidar Magelang, UPA Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UPT Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta, UPT Bahasa Universitas Islam Negeri Sunan Kudus, dan UPT Pusat Bahasa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Serang, Banten.

Kunjungan dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini sesungguhnya merupakan bagian dari rangkaian panjang kunjungan benchmarking yang telah diterima oleh PPB UIN Walisongo dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini bukan tanpa alasan — PPB UIN Walisongo kini semakin dikenal dan dipercaya sebagai salah satu rujukan utama dalam pengembangan lembaga bahasa, tidak hanya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), tetapi juga oleh perguruan tinggi umum dari berbagai penjuru Indonesia. Kepercayaan ini merupakan buah dari konsistensi PPB dalam berinovasi, mengelola layanan secara profesional, serta membuktikan bahwa lembaga bahasa di lingkungan PTKIN mampu tampil kompetitif dan menjadi inspirasi bagi institusi lain.

Dr. H. Muhandis Azzuhri, Lc, M.A., menyambut positif seluruh informasi yang diperoleh selama kunjungan. Ia berharap pengalaman dan inovasi yang telah dirintis PPB UIN Walisongo dapat menjadi referensi konkret bagi pengembangan Unit Bahasa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ke depan, terutama dalam upaya meningkatkan kemandirian finansial serta kualitas layanan berbasis teknologi. Kegiatan benchmarking ini pun ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi antarlembaga bahasa di lingkungan PTKIN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *