Semarang – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo Semarang memberlakukan sistem skoring baru untuk Ikhtibar Mi’yar al-Kafa’ah fi al-Lughah al-‘Arabiyyah (IMKA), tes kemampuan bahasa Arab yang wajib ditempuh mahasiswa. Sebelumnya skor IMKA berada pada rentang 0–500. Kini skornya mengikuti skala TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) dengan nilai tertinggi 667, sama seperti TOEFL. Skoring baru ini sudah diterapkan pada tes IMKA onsite bagi mahasiswa angkatan 2025.
Perubahan skala ini ikut menggeser batas kelulusan. Dulu mahasiswa dinyatakan lulus IMKA jika meraih skor 300 dari maksimal 500. Dengan skoring baru, skor lulusnya menjadi 400 dari maksimal 667. Mahasiswa diminta tidak membandingkan kedua angka itu secara langsung, karena keduanya berasal dari skala yang berbeda.
Kepala PPB UIN Walisongo menjelaskan bahwa kenaikan angka batas lulus tidak berarti standarnya menjadi lebih berat. “Skor 300 dari 500 dan skor 400 dari 667 sama-sama berada di kisaran 60 persen dari nilai maksimal. Jadi tingkat kemampuan yang dituntut pada dasarnya setara. Yang berubah adalah skalanya, supaya hasil IMKA bisa dibaca sejajar dengan tes bahasa internasional seperti TOAFL dan TOEFL,” ujarnya.
Penyesuaian ini juga menjawab persoalan yang selama ini dirasakan lulusan UIN Walisongo. Karena skala maksimal IMKA hanya 500, skor mahasiswa UIN Walisongo kerap terlihat lebih rendah ketika disandingkan dengan skor TOAFL atau tes sejenis TOAFL di PTKIN lain yang berskala 667, padahal kemampuan yang diukur setara. Dengan skoring baru, skor IMKA dapat dibandingkan secara sejajar. Sertifikat IMKA pun lebih mudah dipahami oleh lembaga lain, baik untuk keperluan studi lanjut maupun dunia kerja.
Selain skoring, susunan soal IMKA juga diperbarui. Soal IMKA lama terdiri atas empat bagian, yaitu Istimā’ (menyimak), Kalām (berbicara), Qirā’ah (membaca), dan Kitābah (menulis). Soal IMKA baru disederhanakan menjadi tiga bagian, yaitu Istimā’ (menyimak), Tarākīb (struktur), dan Qirā’ah (membaca), mengikuti pola TOAFL. Seluruh bagian soal pada IMKA baru juga disusun berdasarkan tiga tema besar: moderasi beragama, Islam dan budaya Islam, serta wawasan kebangsaan. Tema-tema ini sejalan dengan jati diri UIN Walisongo sebagai kampus Islam yang moderat dan berwawasan kebangsaan, sekaligus selaras dengan tema soal WEPT.
Mahasiswa yang belum mencapai skor lulus disarankan mengikuti Kursus IMKA di PPB dengan biaya Rp500.000. Kursus ini memberikan jaminan lulus dengan dua syarat: presensi minimal 75 persen dan nilai rata-rata seluruh quiz minimal 75. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan helpdesk PPB UIN Walisongo Semarang.
