Semarang — Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan pre-test Walisongo English Proficiency Test (WEPT) dan Ikhtibar Mi’yar al-Kafa’ah fi al-Lughah al-‘Arabiyyah (IMKA) secara onsite bagi mahasiswa semester 3 angkatan 2025, Senin (14/9/2026). Berbeda dari tes konvensional yang identik dengan lembar jawaban kertas, kali ini seluruh peserta cukup membawa HP atau tablet pribadi untuk mengerjakan soal, sehingga menghadirkan suasana tes yang lebih praktis dan efisien.
Sebelum hari pelaksanaan, seluruh peserta terlebih dahulu diminta mengunduh aplikasi Moodle melalui Google Play Store sebagai platform utama untuk mengakses dan mengerjakan soal tes. Persiapan ini membuat proses tes pada hari H berjalan lebih lancar, karena mahasiswa tinggal masuk ke akun masing-masing tanpa perlu instalasi mendadak.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sejak sesi pertama dimulai. Banyak dari mereka mengaku terkesan dengan kemudahan sistem tes berbasis gawai ini, yang memangkas ribetnya distribusi lembar soal dan jawaban manual. Cukup dengan perangkat di tangan, mahasiswa dapat langsung mengakses dan menjawab soal tanpa hambatan teknis yang berarti.

Tes onsite ini dilaksanakan dalam dua sesi berbeda sepanjang hari. Pada pukul 09.00 WIB, peserta mengerjakan soal WEPT onsite, sementara pada siang harinya, pukul 13.30 WIB, giliran soal IMKA onsite yang mereka kerjakan. Pembagian sesi pagi dan siang ini memungkinkan panitia PPB mengatur teknis pelaksanaan secara lebih rapi, sekaligus memberi waktu jeda bagi mahasiswa untuk beristirahat di antara kedua tes tersebut.
Pelaksanaan tes berlangsung dalam tiga tahapan utama: listening comprehension (istima’), structure and written expression (tarakib), serta reading comprehension (qiroah). Momen paling khas terjadi pada sesi listening comprehension, ketika seluruh peserta duduk tertib di aula mendengarkan audio soal yang diputar melalui pengeras suara, sembari menjawab langsung di layar HP atau tablet masing-masing. Perpaduan antara audio klasikal dan respons digital individual ini menciptakan dinamika ujian yang unik sekaligus tetap kondusif. Pada sesi-sesi berikutnya, mahasiswa dapat langsung mengerjakan soal secara mandiri di perangkat mereka tanpa perlu menunggu instruksi tambahan.
Yang menarik, seluruh materi soal dalam tes WEPT dan IMKA kali ini mengangkat tema moderasi beragama, Islam dan budaya Islam, serta wawasan kebangsaan. Melalui pendekatan ini, penguasaan bahasa Inggris dan bahasa Arab mahasiswa tidak hanya diukur dari sisi kebahasaan semata, tetapi juga diselaraskan dengan penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan cinta tanah air — sejalan dengan visi UIN Walisongo dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus berwawasan kebangsaan yang kuat.
Pelaksanaan pre-test ini menjadi bagian dari langkah PPB untuk memetakan kemampuan awal bahasa Inggris dan bahasa Arab mahasiswa angkatan 2025, sekaligus menjadi bukti nyata transformasi digital layanan tes bahasa di lingkungan UIN Walisongo Semarang.
Kabar baiknya, seluruh rangkaian tes onsite ini digelar tanpa dipungut biaya alias gratis bagi mahasiswa semester 3. Satu minggu setelah pelaksanaan tes, peserta dapat mengecek skor melalui laman https://sim-ppb.walisongo.ac.id/. Bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus, sertifikat digital juga sudah dapat diunduh langsung dari laman tersebut, sementara peserta yang belum lulus akan mendapatkan informasi mengenai skor tanpa opsi untuk mengunduh sertifikat.
